Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Ayat Kunci

Gambar
Kunci. Dalam bahasa sehari-hari adalah alat dari logam untuk membuka atau mengancing pintu dengan cara memasukkannya ke dalam lubang kunci. Ada beberapa arti lain dari kunci, misalnya sesuatu yang penting, atau alat untuk mencapai tujuan. Dan satu ayat yang disampaikan oleh khotib Jumat tadi, bagi penulis, ibarat sebuah kunci untuk menyelesaikan sebagian besar masalah di negeri ini, atau bahkan di dunia secara global. Adalah Al Baqarah ayat 208, yang jika diterjemahkan bermakna " Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (kaaffah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. " Ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah bin Salam, seorang sahabat Rasul yang dulunya bernama Husain bin Salam saat masih menganut ajaran Yahudi. Setelah masuk Islam, beliau menjadi muslim yang baik, bahkan disebut sebagai salah satu penghuni surga. Tapiii.. ada sedikit tapinya, yaitu beliau belum bisa move on dari dua

Naik Kereta Lagi Tuut Tuut Tuut

Gambar
Setelah menjadi pengguna KAI sejak 2008, sejak menikah dan punya anak jadi agak jarang naik KA lagi. Apalagi pas pandemi, nyaris 2 tahun ngga pulkam. Nah, bulan kemarin sempat pulkam ke Malang (naik carter demi meminimalisir risiko ketemu orang), lalu balik ke Jakarta naik kereta api. Milih KA Brawijaya yang tiba di Jakarta sekitar jam 5 pagi. Niatnya pilih Bima, bisa naik dari Stasiun Lawang jam 3-an sore dan tiba jam 5-an pagi (sementara kalo Jayabaya kan tiba di Jakarta jam 1 dini hari), eh tapi udah nga ada. Ya udah, Brawijaya dari Stasiun Malang, sekalian tes antigen dulu sebelum berangkat. Dari Singosari jam 2-an siang, diiringi hujan yang seolah menunjukkan kesedihan keluarga yang kami tinggalkan (yek lebay), tiba di Stasiun Kota jam 3-an kurang. Antri antigen bentar, dan hasilnya cepet juga. Alhamdulillah sekeluarga aman semua ( false sense of security ? kan golden standard -nya tetap PCR ya. Tapi yawislah, tetap ketat prokes pokoknya). Bagi istri dan anak-anak, ini adalah pert

7,5 Jam dan 292 Kilometer Kemudian

Gambar
Kupang, 13.30 WITA, 33⁰ celcius suhu udaranya. Mobil carter kami tiba akhirnya tiba di sini. Senyum kakak pengemudi merekah sembari menata bawaan kami dalam bagasi. Seiring roda mobil bergulir meninggalkan Bandara El Tari, bergulir pula kisah dan obrolan kami. Pelonggaran PPKM membuat ekonomi mulai bergeliat, ceritanya dengan semangat. Aku dan Bagas menanggapi dengan antusias. Meski kadang pepopohan meranggas dan tanah berdebu, seringkali lebih menarik perhatian bagiku. Tanah baru yang belum pernah kukunjungi samasekali, menggelitik rasa ingin tahu dalam diri. Selalu menarik melihat tempat yang berbeda, sisi lain dari negeri dan bumi yang sama. Langit cerah tanpa awan menghiasi, tengah hari di bawah pancaran penuh radiasi mentari. Senyuman warga kota dalam keseharian mereka, dalam pikap semi terbuka sebagai transportasi masa. Sesekali tampak kambing melintasi jalan raya, kata kakak pengemudi itu sudah biasa. Sawah tadah hujan di pinggiran kota, sedikit mewarnai lansekap yang didominas

Keep in Contact

Gambar
Dalam suatu perjalanan dari Malang ke Jakarta, ditemani kesendirian tanpa keluarga, menemukan sesosok orang yang dikenal dari puluhan atau ratusan manusia di dalam kereta, adalah sepercik kebahagiaan tersendiri. Buat para perantau, tahu lah ya rasanya. Harus berangkat meninggalkan kampung halaman beserta keluarga tersayang, menuju tanah perantauan dalam kesendirian, meski sudah dilakukan puluhan kali pun, tetap ada sedikit ngilu di hati. Ning setasiun balapan, kutho Solo sing dadi kenangan... hayo siapa yang bacanya ada nadanya? Kok ya alhamdulillah, kondektur bertugas dalam kereta kali ini adalah seorang teman SMP, yang pernah beberapa kali juga bertemu di kereta saat ia bertugas dan saya sebagai penumpangnya. Meski di SMP cuma tau doang, ngga kenal personal, berkat beberapa kali bertemu di kereta saat perjalanan, akhirnya penulis simpan kontak yang bersangkutan. Maka bertemu sesosok yang dikenal dalam keterasingan, adalah sebuah kegembiraan kecil yang patut disyukuri. Beberapa kali W

Klub Ayah Hebat

Gambar
Pertengahan Agustus kemarin, penulis dikasih tautan sebuah klub oleh istri. "Yah ikut ini deh coba," kata istri penulis. Gokil, bayangin cuy disuruh ikut klub sama istri. Tapi tentunya bukan club-bing ya. Ini adalah sebuah klub binaan sebuah penerbit buku anak bernama Clavis Indonesia . Rupanya dalam klub itu, bakal ada program Dadwriter . Nah, seiring dengan banyaknya ide buku yang ada di kepala penulis, cocok banget nih ikut klub beginian. Nah, dari beberapa pertemuan yang sudah dilakukan, ada beberapa ilmu menarik yang penulis dapatkan.    Di pertemuan pertama 22 Agustus 2021 pukul 11 siang, pembicaranya adalah Mas Puji Prabowo . Tapi karena penulis telat join  di forum zoom , cuma sempat ikut memperkenalkan diri, menyampaikan harapan dan ikut kuis (ranking 14 dari 14 peserta, lhawong gak dengerin materinya). Hikmahnya, jangan ikut ujian kalo ngga tau materinya. Itu macam mengarungi kehidupan tanpa tuntunan. Ceileh.   Di pertemuan kedua pada 23 Agustus 2021 pukul 19.00,

Kisah Patih Cadas Nyala dan Nona Pisir

Gambar
Alkisah di suatu negeri bernama Agnidwipa, sebuah negeri yang gemah ripah loh jinawi , rakyat sedang bertaruh hidup dan mati. Sebuah penyakit menular dari negeri antah berantah, mewabah dan membuat perekonomian negeri yang pengelolaannya sudah salah kaprah, menjadi makin lemah. Namun demikian, para patih dan hulubalang raja masih optimis bahwa segalanya akan kembali manis, diiringi pertunjukan dagelan yang dijamin membuat penontonnya menyeringitkan alis .   " Kau sudah dengar tentang Patih Cadas Nyala? ", tanya Parek, seorang pemuda berbadan ceking agak bungkuk pada kawannya yang berbadan bongsor. Patih Cadas Nyala adalah seorang pria mulia utusan raja, setidaknya begitulah publik mengenalnya. Ia dipercaya mengelola urusan sosial, termasuk di antaranya membagikan bantuan dari negara bagi rakyat yang perekonomiannya semakin sial. Namun rakyat terkejut dan kehilangan kepercayaan, ketika ia kedapatan menerima rasuah dari para juragan, yang mendapat pesanan paket bantuan bagi ra

Endgame: Sebuah Film Epik Sarat Pesan Menarik

Gambar
Rrrr... Rrrr... suara ponselku bergetar. Sebuah notifikasi masuk dari salah satu Whatsapp group . Staf Inti Avenger. Sebuah WAG yang berisi rekan-rekan di unit kerjaku yang sebelumnya. Meski informasi yang masuk kali ini tidak relevan dengan pekerjaan di unitku saat ini, namun karena masih ada hal lain yang terkait dengan pekerjaanku, ditambah menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan, aku tidak meninggalkan grup ini. Kami menamai WAG ini dengan "Staf Inti Avenger", karena salah satu pemangku kepentingan yang terkait dengan pekerjaan kami sering bertindak layaknya Thanos, antagonis utama Infinity Saga pada Marvel Cinematic Universe (MCU). Sekali ia menjentikkan jari, maka musnah sudah segala upaya yang telah kami lakukan. Staf Inti Avenger, tiap hari menghadapi Thanos ( screenshot penulis)   Bicara soal Avengers , susah rasanya untuk lepas dari kenangan tentang Avengers: Endgame . Sebuah film epik yang menjadi klimaks Infinity Saga pada MCU. Secara keseluruhan, Avengers: Endg

Semua Sudah Diatur

Gambar
Ardi mencoba menenangkan dua balitanya, memastikan bahwa bunda mereka akan segera kembali. Tapi mereka berdua semakin kencang menangis.  "Aku mau sama Bunda", ujar si sulung Mila.  "Bu..ahh..bu..ahh", si bungsu Izmi yang belum lancar betul bicaranya juga ikut menangis sembari menjulurkan tangannya ke arah aula yang ramai itu, mencoba meraih bundanya yang seolah hilang ditelan kerumunan. Mila meraung dan merajuk di atas rerumputan, sementara Izmi menggeliat dalam gendongan, membuat Ardi kewalahan. Sejenak matanya melirik ke arah kerumunan, berharap istrinya kembali. Namun tak bisa, ini sudah keputusan mereka bersama. Mereka sudah memutuskan ini jauh-jauh hari, dan sudah siap akan segala risikonya. Bagi mereka, lebih baik menanggung sedikit rasa sakit saat ini dibandingkan dengan penyesalan yang mereka dapatkan nanti jika tak melakukan hal ini. *** Di dalam antrian, Fia menggeleng tak percaya. Perjuangan mereka sejauh ini terasa sia-sia. "Tidak bisa Bu, kami tida

7ayalah Ne6eriku

Gambar
Tak banyak harapan di HUT RI ke-76 kali ini. Tak muluk-muluk, kembali saja ke Pembukaan UUD '45.  Semoga di usia yang ke 76 ini, negeri ini, melalui tangan-tangan mereka yang mendapat amanah untuk mengelolanya, semakin mampu untuk: melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,  memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan  ikut melaksanakan ketertiban dunia  berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tambahan, karena masih dalam masa pandemi, semoga kita lekas merdeka juga dari pandemi  dan berbagai kekonyolan yang menyertainya. Aamiin.

Sedikit Berkurban

Gambar
Kita semua tahu, bahwa asal mula ibadah qurban adalah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim As untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail As yang kelahirannya telah lama dinanti-nanti oleh beliau. Kita semua tahu, bahwa pada akhirnya Nabi Ismail diselamatkan okeh-Nya, bahwa Allah 'hanya' sedang menguji ketaatan mereka. Kita semua tahu, bahwa hikmah ibadah qurban adalah merelakan apa yang paling kita cintai demi menjalankan perintah-Nya dan menyenangkan-Nya. Maka dalam suasana pandemi yang masih menyelimuti Idul Adha tahun ini, semoga kita bisa meneladani keikhlasan para Nabi tersebut, untuk setidaknya mengorbankan ego kita, dan melindungi yang lainnya. Tentu tak susah menahan diri dari kumpul-kumpul yang tak urgent. Bagi sebagian dari kita, sebisa mungkin menjaga protokol yang semestinya. Bagi sebagian dari kita yang memang harus bekerja di luar rumah, semoga Allah mudahkan dalam menjaga kondisi dan senantiasa Allah lindungi, tentu dengan ikhtiar mengiringi. Kita tentu tak in

Cerita Dewasa Bersama Istri

Gambar
Aku adalah seorang pria paruh baya yang memasuki usia kepala tiga. Tinggiku 167 senti, tidak tinggi memang, sejak jaman sekolah aku lebih sering berada di posisi belakang saat berbaris. Pawakanku standar saja, tidak atletis, meski tidak kurus sekali atau gemuk banget. Penampilanku biasa saja, dengan kulit kecoklatan, hidung tak mancung khas wajah asli Nusantara. Tak bisa dibilang ganteng, meski tak jelek-jelek amat juga. Meski begini, dulu jaman sekolah banyak juga yang jadi fansku. Harus memang titik kuatku bukan di sisi luar kepala, melainkan di dalam kepala. Dan aku bersyukur dianugerahi istri yang tidak menilaiku dari penampilan fisik. Terlebih lagi, bagiku, istriku itu sangat cantik. Di usia pernikahan kami yang kelima, kami telah dianugerahi dua anak yang lucu-lucu. Meski menggemaskan dan amat mewarnai hari kami, tentu keberadaan mereka membuat kami agak kesulitan mencari waktu untuk berduaan. Syukurlah malam ini anak-anak tidur cepat. Aku mencolek istriku yang baru selesai menid