Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Pengawasan dengan Drone: Inovasi, Urgensi atau Sekedar Latah Teknologi?

Gambar
Seiring berjalannya waktu, tantangan yang dihadapi oleh DJBC dalam konteks pengawasan justru semakin kompleks dan seru. Kondisi geografis Indonesia yang luas dan berdekatan dengan negara-negara penghasil narkotik, peningkatan tren penyelundupan narkotik melalui jalur laut, serta persebaran pola penyelundupan akibat efek balon pasca PIBT, menjadi tantangan terkini bagi DJBC sebagai  community protector . Di sisi lain, perkembangan zaman juga membawa peluang baru, yan g harus dieksplorasi oleh DJBC yang ingin sejajar dengan institusi kepabeanan lain di dunia. Salah satu teknologi yang menjanjikan, adalah Pesawat Udara Nir-Awak/PUNA ( Unmanned Aerial Vehicle/UAV ), atau dalam terminologi militer internasional disebut juga dengan drone . Sejatinya, teknologi ini sudah dioptimalkan oleh sejumlah negara sejak puluhan tahun lalu. Namun di masa kini, pemanfaatannya makin meluas, tak terbatas hanya pada negara adidaya. Di Indonesia sendiri, terdapat sejumlah pihak yang memiliki concern dalam

Sotoy Lu

Gambar
Ini sotong. Dia gak sotoy kayak elu, Tong! Bagi sobat muslim di Indonesia, bicara hadits malam jumat, sebagian orang membayangkan yaasiinan atau hubungan suami istri . Tapi, yang lebih jelas keshahihan haditsnya dan lebih utama adalah anjuran membaca surat Al-Kahfi. Tak hanya mendapat cahaya di antara dua Jumat , banyak kisah dalam surat ini yang penuh dengan hikmat. Satu kisah yang amat menarik dan relevan dengan kondisi umat saat ini, adalah kisah Nabi Musa Alayhissalam. Nabi Musa jelas bukan orang sembarangan. Beliau adalah seorang Nabi dan Rasul yang memiliki banyak mu'zizat, dan di antaranya adalah beliau bisa bicara langsung dengan Allah tanpa perantara malaikat. Gak maen-maen kemampuan beliau.  Tapi ternyata eh ternyata, ada seseorang yang lebih banyak tahu daripada beliau. Dikisahkan dalam Al Qur'an surat Al-Kahfi ayat 60 sampai 82, bahwa Nabi Musa diingatkan oleh Allah SWT akan adanya seseorang yang lebih berilmu daripada beliau. Singkat cerita, Nabi Musa pun m

Pandemi Sak Karepmu, Kapan Kelar Sak Karepe Gusti Allah

Sebenarnya, penulis sudah mulai ogah bahas pandemi. Maklum, warga +62 memang tambeng . Coba lihat saja di sekeliling kita, berapa banyak yang patuh prokes 5M. Perlu diingatkan lagi kali ya?  M emakai masker M enjaga jarak M encuci tangan M enjauhi kerumunan M engurangi mobilitas Coba, banyak mana, yang beneran maskernya nutup mulut dan hidung atau yang maskernya cuma buat nutup dagu. Masih banyak pula yang gak maskeran keluyura, foto-foto pula. Coba, banyak mana, yang beneran jaga jarak atau yang bebas lepas tanpa batas, mepet-mepetan meski kondisi lowong lengang. Coba, banyak mana, yang beneran cuci tangan/pakai desinfektan lain atau malah sama sekali ngga ada peralatan pertahanan semacam itu? Coba, banyak mana, yang beneran menjauhi kerumunan atau yang dengan sadar malah menjadi bagian dari kerumunan? Coba, banyak mana, yang beneran mengurangi mobilitas atau malah mikirin gimana cara ngakalin pembatasan sosial dan bahkan mikirin mudik meski gak ada urgency . Seriously , pandemi ini

Bila Waktu T'lah Berlalu

Gambar
majunya tak terasa, yang lalu tak lagi teraba Waktu, suatu konsep abstraksi, namun terasa sangat nyata dan bukan imaji. Waktu, melingkupi segala yang telah terjadi, masa kini, maupun yang belum terjadi.  Waktu, membersamai ruang membentuk empat dimensi.    Waktu, yang tak akan terulang, tak peduli kita rindu bukan kepalang. Waktu, yang selalu menderu tanpa pedulikan kita yang ingin membeku terpaku. Waktu, yang kelak akan ditanyakan di hari akhir, untuk apakah kita gunakan hingga detik terakhir. Waktu, yang amat penting hingga Sang Maha Pencipta pun bersumpah dengan namanya. Demi masa. Demi waktu fajar. Demi waktu ketika matahari sepenggalah. Demi siang apabila terang benderang. Demi malam apabila gelap gulita.    Andaikan kita mendapat jatah waktu sebagaimana rerata umat Nabi Muhammad.  Andaikan kita hanyalah manusia beriman yang rata-rata saja, yang perbuatan baik dan buruknya seimbang ketika ditimbang. Andaikan kelak waktu di akhirat adalah setara lima puluh ribu tahun, berdasar h

Top 5 Encounter with Pak Heru Pambudi

Gambar
Sedikit terlambat karena satu dan lain hal, izinkan penulis untuk bergabung dalam euforia melepas kepergian pimpinan tertinggi di instansi penulis, Bapak Heru Pambudi yang telah lima tahun lamanya bertugas sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai, menuju Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Penulis memang hanyalah pelaksana jelata yang tak sering berjumpa beliau, namun ada beberapa momen yang penulis ingat, di mana sempat bertemu dan berbincang secara personal (bukan dalam apel atau forum besar lainnya, atau saat menjadi komentator bola saat beliau ikut main). Dan dalam setiap pertemuan itu, ada beberapa pesan yang beliau sampaikan yang masih berkesan dan terpatri dalam ingatan. Berikut ulasannya: 5. Penyerahan Hadiah Lomba Menulis Naskah Film Pendek, Q3 2019 Sekitar 19 bulan lalu, saat penyerahan hadiah lomba Menulis Naskah Film Pendek , Pak Dirjen meminta penulis untuk menceritakan garis besar naskah yang penulis buat. Mendengarnya, beliau meminta penulis sedikit mengubah ending

Ngapain Jualan, Kan Udah Kerja di ...

Gambar
Bagi penulis, berjualan tak pernah menjadi cita-cita saat masih muda (berarti sekarang udah tua ya?). Tapi, here i am , sedang membesarkan toko daring di platform instagram bersama istri.  Toko daring pertama kami adalah Airapedia , diambil dari nama anak pertama (Hum-aira) dan ensiklo-pedia. Sejak 2017 bergerak di bidang perdagangan buku anak, atau kami menyebutnya, nutrisi otak. Kenapa buku? Karena sebenarnya kami berdua adalah pecinta buku sedari kecil. Bedanya, Allah takdirkan penulis lahir di sebuah keluarga yang tinggal di sebuah sekolah swasta yang memiliki perpustakaan tua, sehingga hasrat membaca penulis bisa tersalurkan dengan cukup leluasa (utamanya ensiklopedia). Sementara istri, di masa kecilnya sering pengen baca tapi qadarullah tak selalu kesampaian, sehingga saat dewasa, ingin membantu para orang tua untuk memberikan bahan bacaan yang terbaik untuk anak-anak. Itulah motivasi istri untuk memilih buku sebagai dagangan kami. Mimpi besar kami, toko kami bisa berpartisipasi

Testimoni Vaksin Sinovac

Gambar
Jadi dalam hitungan hari, di kantor beredar kabar bahwa seluruh pegawai akan divaksinasi secara bertahap. Penulis termasuk yang dapat jadwal hari ini, pukul 15.00 WIB. Ba'da sholat ashar, merapat ke lokasi. Mengisi beberapa berkas screening, lalu mengantri dipanggil.  Aaand just like that, i'm already vaccinated . Rasanya ya gitu doang. Ngga sesakit imunisasi pas jaman masih SD (keknya dulu penulis lebih sering nangisnya daripada enggaknya). Lebih kerasa masuknya jarum donor juga. Cuma jleb, cuss, dah, kelar. Emang sih ada rasa pegel dikit di bagian yang habis disuntik, reaksi wajar kan? Penulis ngga terlalu mengikuti keramaian pro kontra vaksinasi. Bagi penulis, yasudahlah namanya juga ikhtiar. Bukankah metode ini juga dipakai untuk berbagai penyakit lain? Kenapa baru sekarang ributnya? Mungkin karena memang vaksinnya baru banget diteliti dan kita adalah manusia-manusia generasi pertama yang akan mencobanya, kali ya, jadi banyak yang ogah. Ditambah imej barang cina dan isu dek

Berat, Tapi Ada yang Lebih Berat

Gambar
Kalau anak ngga nurut sama orang tua, orang tua kudu sadar diri, jangan-jangan karena ortu ngga nurut perintah Allah, anak jadi ngga nurut orang tua Kalau ngerasa gak didengerin sama anak jangan-jangan gara-gara ortu yang gak pernah dengerin anak saat diajak bicara Kalau ngerasa anak susah diajak komunikasi, jangan-jangan karena memang jarang diajak komunikasi Kalau ngerasa anak suka berperilaku kasar, jangan-jangan ia cerminan ortu yang suka berbuat kasar Kalau ngerasa anak susah diatur, jangan-jangan karena ortu yang gak taat sama aturan Yang Maha Mengatur Kalau anak susah diajak ibadah, jangan-jangan emang ortu kurang kuantitas atau kualitas saat beribadah Sebelum menuduh anak-anak nyusahin, ngaca dulu ke masa lalu, jangan-jangan dulu ortu juga gak kalah nyusahin Sebelum mencap kelakuan anak kayak setan, ngaca dulu, jangan-jangan ortu yg kelakuannya kayak setan Gendong anak memang berat, tapi jauh lebih berat pertanggungjawabannya kelak di akhirat

Sepele

Gambar
Terkadang, ada kebaikan-kebaikan kecil yang seringkali dianggap remeh dan diabaikan. Saat di rumah makan, misalnya. Setelah makan, tentu sebenarnya mudah bagi kita untuk mengumpulkan sampah sisa makanan pada satu piring dan merapihkan piring lain (yang sudah agak bersih dari sisa makanan) dalam satu tumpukan. Hal sepele yang bisa dilakukan sembari mengobrol dan menunggu bon dari rumah makan itu, tentu akan memudahkan para pelayan membereskannya (adegan semacam ini dilakukan sebelum pandemi covid19 yaaa. Kalau sekarang mending makan di rumah aja). Namun kadang, ada saja alasan untuk membiarkan meja tempat makan kita berantakan. "Kan memang mereka dibayar (salah satunya) untuk membereskan itu", ujar seorang kawan, kala penulis merapihkan piring-piring sisa makan di kantin. Alamak, tak ingatkah bahwa jika memudahkan urusan orang lain, kelak Allah akan mudahkan urusan kita? Bukankah setiap kebaikan kelak akan dibalas, asal kita melakukannya dengan ikhlas? Coba kita tengok amal ib

Dua Spektrum Manusia

Masih tentang pandemi yang sedikit lagi mencapai angka satu juta jiwa tercatat di Indonesia, ia pun mengungkap dua sisi manusia. Di satu sisi, manusia-manusia yang peduli dan tak ingin membebani sesama; di sisi lain ada manusia yang hanya peduli kepentingan dirinya saja. Sebut saja Mr. A, yang suatu ketika mendapat jatah masuk kerja, tidak di rumah. Sehari sebelumnya, Mr. A sempet cari pengganti buat tukar dinas karena beliau ngerasa nggak enak badan, sempat ada kontak erat dan mau tes swab . Pada akhirnya di hari H, Mr. A nggak dapet pengganti. Singkat cerita, beberapa hari kemudian ternyata Mr. A+ covid.  Coba, apa jadinya kalo Mr. A tetap memaksakan diri masuk kerja? Apa jadinya kalo Mr. A sebodo amat sama orang lain? Bisa jadi teman piketnya waktu itu, yaitu saya sendiri, bisa tertular. Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya dan keluarga melalui perantara Mr. A yang aware dengan kondisi kesehatan dan care dengan orang lain, tak mau memaparkan risiko pada orang lain. Maturnuwun

Terbanglah, Capt

Gambar
Berita duka hadir di awal tahun 2021 ini. Ditengah pandemi Covid-19 yang makin menjadi, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh menghujam bumi. 62 nyawa di dalamnya pergi dan mungkin tak kan pernah kembali, meninggalkan keluarga yang semoga tabah menghadapi. Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan memimpin misi, didukung TNI dan berbagai instansi. Beberapa puing dan bagian tubuh manusia sudah ditemukan hingga saat ini, termasuk posisi kotak hitam yang katanya telah ditandai. Apapun musabab jatuhnya si burung besi, biar dunia penerbangan yang jadikannya evaluasi. Sementara bagi kita pribadi, musibah ini mengenalkan kita pada seorang tokoh yang layak diteladani. Beliau bernama Capt. Afwan, dikenal sebagai pribadi yang baik oleh para rekan. Ibadah sholat tak pernah ia lupakan, tak lupa orang lain pun diingatkan. Bahkan jejak digital terakhirnya pun, berisi ajakan agar sholat tak kita tinggalkan.  Seorang manusia yang insyaAllah mulia, namanya melegenda setelah ia tiada. Memang bukan Nabi yan