Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

2 Tahun Lalu

Gambar
2 tahun lalu
sekitar pukul sepuluh kuucap kalimat sakral itu
2 tahun lalu kita sah di hadapan penghulu keluarga dan saksi menangis haru
2 tahun lalu kita tandatangani buku kecil itu sebagai bukti engkau dalam tanggung jawabku
2 tahun telah lalu kini kita telah tinggal satu pintu bersama si kecil yang lucu
2 tahun telah lalu kau bersabar menerima kekuranganku kau bersyukur atas yang kuberi padamu
2 tahun telah lalu dan puluhan tahun di depan masih menunggu semoga kelak dalam jannah kita kembali bertemu

Fail is A Matter of Perspective

Gambar
Suatu ketika, penulis belanja buah di dua kesempatan. Yang pertama, pisang, di pedagang buah dekat rumah. Tapi failed. Soalnya salah pilih, milih pisang yang ditaruh di meja, jadi bagian bawahnya benyek, keempukan. Enak sih, manis, tapi keempukan dan cepet mateng, jadi risiko busuknya tinggi. Kan sayang. 
Yang kedua, melon. Karena sekalian belanja ke pasar dan belanjaannya banyak, jadi nggak sempet menganalisa tingkat kematangan si melon. Pas sampai rumah, eh kok hambar. Failed lagi.
Enters my wife. Dua jenis buah yang sama-sama tak optimal itu, dikombinasikan. Pisang yang manis dan keempukan, dikombinasikan dengan melon yang segar tapi hambar. Ditambah potongan stroberi, kiwi dan anggur. Jadilah jus buah segar penawar haus dan lapar.

Dua produk gagal, dikombinasikan, sehingga saling melengkapi dan menjadi produk baru yang nggak failed. Simpel, tapi bagi saya, itu seperti keadaan yang sering terjadi. Saat orang-orang yang dilabel 'gagal' disatukan, biasanya orang lain akan men…

Simply Surviving isn't Worth Celebrating

Beberapa waktu lalu, penulis mengalami apa yang disebut orang lain sebagai "ulang tahun". Nothing special menurut penulis, tidak ada prestasi baru atau pencapaian apapun, jadi penulis memilih untuk tidak merayakan. Sudah beberapa tahun penulis menyembunyikan info ulang tahun di facebook, biar nggak ada notifikasi dan ucapan selamat dari kawan-kawan. Bukan nggak suka diselamatai, tapi biarlah kalau ada yang mendoakan, agar ikhlas mendoakan dalam hati saja, itu cukup. Kalau memang ada yang ingat, ya biar ingat sendiri dan ucapin sendiri, tanpa perlu notifikasi di medsos berharap orang ingat. Dan faktanya memang cuma keluarga aja, dan seorang temen jaman SMA yangkebetulan tanggal ultahnya berdempetan, yang ingat dan memberi selamat. No problemo, toh memang nggak ingin diselamati dengan ucapan yang hanya copy paste dari postingan orang lain di grup WA. Bagi penulis, ulang tahun hanyalah menandakan kita makin tua. Bukan sesuatu yang pantas dirayakan, kecuali kita hidup di alam b…

Si Gundul Telah Kembali

Oke, setelah sekian lama vakum nulis, kali ini penulis coba kembali menyapa pembaca blog ini yang masih tersisa. Sebelumnya, penulis mau cari-cari alesan minta maaf atas hilangnya postingan selama Juli-Agustus kemarin. Di bulan Juli, perkuliahan sisa 2 pekan, dengan banyak utang pertemuan dan tugas-tugas dalam bentuk paper, disusul UAS 2 pekan; sementara Agustus adalah libur panjang, penulis pulkam tanpa bawa laptop, jadi rencana untuk rutin posting setidaknya sebulan sekali gagal total. Oke, apapun alasannya, postingan sederhana ini adalah penanda kembalinya penulis dalam ranah blogging. Kenapa ngga vlogging sekalian?, barangkali ada yang nanya. Alasannya simpel, penulis tuh ngga videogenik. Jadi lebih seneng nulis daripada ngerekam video sendiri. Lagian, siapa yang mau nonton video rekaman kehidupan sehari-harinya penulis sih, yang cuma kuliah sama pulang, nggak ada trevellingnya? Mending nulis sih, bisa bahas sesuatu yg lebih bermakna. Supaya lebih bermakna dan nggak cuma berisi ales…

Catatan Penghujung Ramadhan

Apa kabar pembaca? Masih sehat hingga hari ini?
Apa kabar pembaca? Masih lancar shaum hingga hari ke-30 ini? Apa kabar pembaca? Masih lengkap tarawih hingga malam terakhir semalam? Apa kabar pembaca? Masih istiqomah tilawah hingga hari ini?
Apa kabar target ramadhan kita tahun ini? Masihkah istiqomah seperti tahun-tahun yang lalu? Adakah peningkatan? Atau justru mengalami penurunan?
Jikalah terdapat peningkatan, bersyukur dan pertahankan, karena tak semua mampu mengoptimalkan waktu ramadhannya. Jikalau terdapat penurunan, maka introspeksilah. Ada yang salah dengan diri kita ketika menyadari bahwa belum tentu bertemu ramadhan tahun depan, namun menjalani ramadhan tahun ini dengan kesia-siaan.  Berapa banyak juz yang tak terbaca dengan alasan kesibukan dunia? Berapa banyak rakaat tarawih yang tak terlaksana hanya demi undangan buka bersama? Berapa lama sujud di penghujung malam yang tak terlaksana karena lebih memilih siaran bola? Berapa banyak ilmu dari kajian yang terlupa karena tak t…

Persiapan Menyambut Ramadhan

Memaksimalkan diri utk Ramadhan optimal*(Kajian 15 Mei brsma Ust. Faridz, MBT KP DJBC)

*1. Persiapan keilmuan*
Refresh ilmu dan pemahaman ttg shaum dan berbagai amalan utama bulan Ramadhan utk menguatkan kembali keilmuan kita sebelum menjalani ibadah (ingat, ibadah harus didasari keilmuan)
Jangan anggap "ah sudah biasa puasa, paling gitu2 aja"

*2. Persiapan fisik*
Rasulullah SAW mengajarkan menjalankan srg puasa sunnah d bukan sya'ban (semua puasa sunnah yg bs dijalani, dilakukan)
Krn puasa adlh ibadah fisik juga.jadi harus membiasakan diri
Jaman dulu, ummat srg bertempur saat bulan Ramadhan
Tak hanya kekuatan fisik, namun urusan kesibukan yg banyak menuntut kegiatan fisik jg diselesaikan duluan (misal, safar, perdagangan dll) agar pas Ramadhan bs fokus ibadah (tak hanya puasa tp jg sedekah)
Fokuskan jg k persiapan maaliyah utk beramal selama Ramadhan

*3.persiapan spiritual*
Tazkiyatun nafs, bersihkan diri menjelang bulan suci agar ibadah tak ternoda oleh niatan2 lain

Mari persiapka…

Jiwa Pengajar Itu Ternyata Menurun

Ayah penulis adalah seorang guru. Dan dulu, penulis yang masih introvert, tak pernah membayangkan berdiri di depan kelas dan mengajarkan sesuatu. Penulis tidak berpikir bahwa mengajar merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Namun ternyata, darah pengajar itu mengalir dalam diri penulis. Makin dewasa, penulis yang dulunya introvert dan tak suka bicara di hadapan orang banyak, ternyata cukup lihai dalam komunikasi massa. Mulai dari komentator bola, annoucer bazar, MC acara, dan sebagainya, hingga kini menyambi sebagai pengajar part time untuk adik-adik kelas yang hendak mencoba mengikuti seleksi DIV dan DIII Khusus. Ternyata berbagi ilmu itu menyenangkan. Berdialog dengan siswa itu menyenangkan. Danpenulis mulai membayangkan karir sebagai dosen. Siapa tahu. Toh mengajarkan ilmu yang bermanfaat, bisa jadi salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir meski kita sudah meninggal, kan? SO, jadi pengajar? Why not?

How to Avoid Organizational Exctinction

Gambar
Few days ago, my friends from several other DGCE office are talking about the obstacles they faced in maintaining the existence of English Club at their own respective office. Now, based on what my mentor said earlier, i'd love to share a tips for you guys, about how to maintain the existance of our organization (not only english club, it could be applied to other form of learning-type organization as well). Basically, what we need are 4 Cs. What are those Cs?

Kebaikan juga Butuh Strategi

Ada yang bilang, kejahatan yang terorganisir dengan baik akan dapat mengalahkan kebaikan yang dilakukan secara spontan. Biasanya, konteks pembicaraan seperti ini mengacu pada pemberantasan kejahatan (korupsi, kartel, perdagangan barang ilegal, penyelundupan), di mana kebaikan orang-orang yang dilakukan secara sendiri-sendiri (misal, memulai dari diri sendiri untuk anti korupsi, tidak membeli barang-barang black market, melaporkan jika ada barang ilegal beredar di pasaran), tidak akan mampu mengalahkan kejahatan yang telah terstruktur dengan baik. Ibarat kata, para penjahat itu selalu beberapa langkah lebih maju dari penegak hukum. Mereka punya sistem yang baik, punya strategi, dan juga anti-strategi untuk meminimalisir efektivitas dari upaya para penegak hukum.

LDR Bisa Menurunkan Produktivitas Rupanya

Akhir-akhir ini, penulis rasanya males banget mau nulis. Padahal ide dan materi banyak banget. Rupa-rupanya, dampak LDR an dengan istri dan anak, cukup signifikan terhadap produktivitas penulis. Seriously. Di postingan terakhir, penulis berbagi tentang kekuatan keluarga, dan memang ketika jauh dari keluarga, bikin lemes cuy. Males masak, males beberes rumah (ini kalau ada istri pasti diomelin kalau rumah kotor, tapi percayalah, Boys, ketika kalian sudah menikah nanti, omelan itu yang akan kalian rindukan ketika istri sedang nggak ada). Kalau ada istri tuh rasanya ada motivasi lebih, seolah ingin menunjukkan bahwa penulis adalah suami yang dapat diandalkan. Hahaha. Pamer ceritanya, biar istri makin sayang. Eh pas nggak ada, beuh, mau bangkit dari kasur untuk makan saja, rasanya males banget. Kalo nggak laper banget, ngga makan. Padahal dulu, sebelum nikah, penulis mah doyan makan tanpa perlu disuruh. Beuh. . . payah emang, lemah. Harus bangkit lagi nih. Sebelum ide-ide itu menguap. Jad…

Kekuatan Keluarga

Gambar
Senin ini tiba-tiba ada kabar kajian spesial di MBT KP DJBC. Dengan pembicara seorang counselor sekaligus trainer di Rumah Keluarga Indonesia, juga merupakan  Kompasioner terfavorit 2014, dan penulis buku-buku tentang pernikahan dan keluarga, Ustadz Cahyadi Takariawan. Topiknya adalah "Kekuatan Keluarga". Pembicara membuka sesi dengan pertanyaan "apa sih kekuatan keluarga itu?dan bagaimana menghadirkannya di keluarga kita?". Yuk disimak isi kajian bersama beliau.

Diklat Kesamaptaan Bea Cukai (III)

Latihan di CihampeaSaat pekan-pekan pasca minggar, siswa samapta sebenarnya menjalani tiga macam latihan, yang tujuannya adalah untuk atraksi penutupan samapta. Umumnya ada tiga macam latihan, sesuai dengan tiga macam atraksi yang akan ditampilkan saat penutupan, yakni kolone senjata, baris berbaris, dan bela diri. Pada angkatan penulis, baris-berbaris digantikan dengan senam senjata. Nah, saat pecan-pekan pasca minggar, seluruh siswa samapta mengikuti seluruh jenis latihan. Sampai tiba saatnya latihan outdoor di luar kota, tepatnya di daerah Cihampea, kompleks latihan TNI. Bagi siswa samapta yang hidupnya sehari-hari di pusdiklat tanpa boleh keluar kompleks pusdiklat, latihan di Cihampea serasa outbond yang menyegarkan (meski tetap melelahkan).

Diklat Kesamaptaan Bea dan Cukai (II)

PelaksanaanDiklat Kesamaptaandilaksanakan selama 5 pekan yang secara garis besar dapat dibagi menjadi 4 waktu (berdasarkan Samapta yang penulis jalani di Pusdikal BC). Pertama adalah minggar alias minggu penyegaran. Kedua adalah fase latihan normal tahap 1. Ketiga adalah Cihampea. Keempat adalah pasca Cihampea alias persiapan penutupan. Yuk dibahas satu-persatu.

Bertanya-tanya tentang Sertifikasi Ulama

Akhir-akhir ini berita tentang rencana pemerintah untuk melakukan sertifikasi terhadap ulama muncul lagi. Entah apa pemicunya, namun tentu saja kembali timbul pro dan kontra. Lewat pernyataan resmi Menag dikatakan bahwa tujuan program ini adalah untuk mencegah adanya khotbah-khotbah yang meresahkan masyarakat. Maka wajar rasanya jika penulis (dan rasa-rasanya, mayoritas ummat Islam yang peduli dengan ulama) bertanya-tanya. Mari kita coba bedah pertanyaan yang akan timbul

Raising Kids is Like Riding a Roller Coaster

Raising kid(s) is like riding a roller coaster; at first, you might be both nervous and hyped. But once you are on, there’s no way back You’ll feel the happiness, you’ll feel the worry, you’ll afraid whether u can finish it or not When seeing his/her first smile, you’ll be overwhelmed with joy and happiness But once your kid(s) sick/hurt/injured, you might be very afraid, nervous, worry, and else But overall, it’s an experience you’d love to share with other people And here I am, a new daddy, raisin' my newborn baby with my wife and family I know, most parenting blogs out there are written by the mom, but why not? I'm a blogger, and I'm a dad, so why not? Moreover, it's called "parenting", not only "mothering" or "fathering", right? I'll be glad to share my experience so another parents maybe could benefit from my postings, hopefully.

Diklat Kesamaptaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Diklat Kesamaptaan merupakan salah satu pendidikan dan pelatihan dasar bagi para pegawai di lingkungan DJBC. Melalui Diklat ini, diharapkan para pegawai memiliki ketangguhan mental dan fisik, kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas, jiwa patriot dan nasionalisme, serta sikap pantang menyerah. Diklat dilakukan di Pusdiklat Bea dan Cukai (Rawamangun, Jaktim) dan di Balai DIklat Keuangan lain di berbagai kota di Indonesia. Setelah menjalankan diklat ini dan Diklat Teknis Substansif Dasar (bagi pegawai DJBC yang TIDAK berasal dari Prodip Kepabeanan dan Cukai PKN STAN), maka pegawai yang bersangkutan berhak mengenakan Brevet Dasar pada Pakaian Dinas Harian sebagai salah satu atribut wajib. Bagaimanakah kegiatan sehari-hari pada Diklat Kesamaptaan di DJBC? Nah, kali ini penulis akan membahasnya setelah berjanji untuk menulis tentang Samapta lebih dari tigatahun lalu dan baru kesampean kali ini.

Kautilya, Alumni PKN STAN dan Skeptisme

Gambar
Laode Muhammad Syarif, S.H. Ll.M Ph D, nama beliau. Menjabat sebagai Wakil Ketua KPK periode 2015-2019. Dan siang ini beliau sejenak menyempatkan diri menyapa 300-an mahasiswa mahasiswi semester 7 Program DIV PKN STAN T.A 2016-2017 dalam kuliah umum Seminar Anti Korupsi bertajuk "Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi Mengawal Agenda Antikorupsi".

Officially Daddy

Gambar
Alhamdulillah, setelah setahun lebih dikit menikah, Allah telah memberikan anugerah bagi penulis dan istri dalam bentuk bidadari kecil yang lahir pada  tanggal 3 Januari kemarin sekitar pukul 8 malam, di RS. Prima Husada, SIgosari (bukan promosi). Penyejuk hati keluarga kecil kami, cucu pertama yang dinanti-nantikan oleh kedua Mertua dan cucu perempuan pertama bagi orang tua penulis. Humaira "Aira" Kamila Dinazar, namanya. Dengan spesifikasi teknis berat 2,5 kilogram dan panjang 48 sentimeter, lahir melalui persalinan normal setelah istri diinduksi (maksudnya, dirangsang kontraksinya dengan obat-obatan, bukan induski listrik) dua kali (sekitar pukul 12 siang dan setengah tujuh malam), melalui 4 kali proses ngeden secara sadar (dan ngeden secara tidak sadar akibat induksi).

The most awesome take-off moment

18.15, maghrib. di atas Cengkareng, Langit merona, merekah, bagai apel Washington yang baru masak. Semburat warna kuning, jingga, hingga merah mewarnai horizon. menatap lekat indah warnanya dalam diam, menanti pesawat mendapatkan giliran lepas landas.,Setelah beberapa lama, diselingi berbagai pesawat dari maskapai lain yang silih berganti lepas landas dan mendarat, pesawat berwarna putih hijau pun mendapat gilirannya. Berputar di ujung landasan hingga menghadap ke barat, seolah menyongsong mentari yang telah mendekam di peraduannya.

Sabar, Ini Semua Cobaan

Beberapa hari ini kata-kata di atas sedang ngetren di beberapa grup WA penulis. Entah siapa pemicunya, penulis tak berminat mencari tahu ke sana. kata rekan, sumber aslinya ialah seorang ustadz dengan nasihat berguna, namun dengan pengucapan yang jenaka, meski penulis juga tak mengerti kebenarannya. Tapi bukan itu topic bahasan saat ini. Di mimbar jumat tadi, di Masjid Baitul Mal Sekretariat BPPK, sang Khotib mengingatkan jamaah akan pentingnya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian