Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Misunderstanding

Gambar
Komunikasi, adalah proses perpindahan informasi dari komunikator (pemberi pesan) ke komunikan (penerima pesan)melalui suatu media. Itu yang saya dapat dari salah seorang dosen. Dan komunikasi yang efektif adalah saat informasi yang diterima oleh komunikan semirip mungkin dengan yang dimaksudkan oleh sang komunikator. Atau dengan kata lain, bias/penyimpangan makna yang terjadi adalah seminimal mungkin. Kita hampir tidak bisa menghilangkan samasekali bias tersebut, karena hampir selalu terjadi gangguan yang dapat mengurangi pesan yang diterima, sehingga dapat terjadi bias makna yang diterima oleh komunikan. Oke, sampai di sini, posting ini tampak seperti materi ilmu komunikasi dasar. Jadi saya putuskan untuk berhenti memberikan penjelasan macam materi kuliah. Di kehidupan nyata, sering banget kita mengalami kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Entah karena ada gangguan (misalnya, suasana yang bising sehingga menimbulkan salah dengar), atau memang salah persepsi (mungkin gangguan yang ini

Boediono Dan Adzan

Copas berita dari Koran Fesbuk (sebenarnya tadi juga udah baca, ntah di globalmuslim atau situs apa gitu, lupa, jadi aku copas yang dari Koran Fesbuk ini) : "WAPRES MINTA DMI BUAT ATURAN PENGGUNAAN PENGERAS SUARA DI MASJID Dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar ke-6 Dewan Masjid Indonesia, Jum'at (27/4). Wakil Presiden Boediono meminta Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk membuat aturan mengenai penggunaan pengeras suara di masjid masjid. Wapres menyatakan, masjid sebagai tempat untuk mensyiarkan ajaran Islam harus memberi contoh-contoh baik dan memb eri citra positif bagi dunia Islam maupun umat Islam Indonesia. Semua muslim, sangat memahami azan adalah panggilan suci bagi umat Islam untuk melaksanakan kewajiban sholat. “Namun saya rasa – barangkali juga dirasakan oleh orang lain, suara azan yang terdengar sayup-sayup dari jauh lebih merasuk ke sanubari dibanding suara yang terlalu keras, menyentak, dan terlalu dekat ke telinga .Umat Islam juga dianjurkan beriba

Kompilasi Ilmu Pekan Ini

#Dari mentoring Rabu malam : Kultum dari Sodara Bayi (bukan nama sebenarnya) : (Sebagian) Hak orang tua terhadap anak/kewajiban anak terhadap orang tua, antara lain : Menaati kedua orang tua, kecuali jika diminta melakukan maksiat Menjaga & merawat dengan penuh kasih sayang (tidak dg terpaksa) Berbicara dengan penuh sepan santun dan adab, serta jangan sampai mengatakan "ah" (ngomong 'ah' aja nggak boleh, apalagi pake ngedumel/ngeles) Dilarang mengangkat suara/meninggikan nada bicara (apalagi membentak) Menghormati dalam setiap keadaan apapun kondisi kita (misal nih, ortu kita dulunya cuma lulusan SMA, kta bisa sampe S3, itu bukanberarti kita boleh merasa 'lebih tinggi' daripada orangtua) Mencium tangan orang tua ketika akan bepergian Bermusyawarah ketika ingin bertindak (misalnya mau nikah, jadi jangan taiba2 "yah, aku udah nikah sama cewek ini") Menempatkan orang tua di tempat yang mulia di depan tamu/orang-orang terhormat Tidak keluar dari r

Jadi, 'Itu' Tidak Dianggap Benda? Mungkin Termasuk Hal Gaib Ya...

Gambar
Another fail. Di sebuah toilet, di rumah makan yang menyediakan berbagai jenis sambal sebagai andalan (mungkin Anda tahu yang saya maksud). " Terimak asih untuk tidak membuang BENDA BERUPA APAPUN ke dalam lubang WC " Yah, kita semua tahu, bahwa WC difungsikan sebagai tempat pembuangan limbah organik sisa pencernaan kita. Wajar kalau ada larangan membuang sampah berupa puntung rokok, tisu, kertas, atau plastik ke dalam WC. Tapi WC yang satu ini berbeda, karena tidak boleh dimasuki oleh benda apapun, termasuk 'itu' tadi. Hmm, mungkin ini cara lain untuk mengatakan bahwa WC ini sudah penuh dan nggak bisa diisi lagi, atau memang ada fungsi lain; untuk tempat cuci kaki misalnya... Who knows... :)

Penunggang Kartu? Sekuel Ghost Rider Kali Ya...

Gambar
Suatu ketika, saya lagi online di warnet dan ketemu tulisan ini di salah satu biliknya. Dan saya ngakak. "Apabila butuh BLOOTOTH (the sky is now in bloo, lol), CARD RIDERS (sekuel Ghost Rider , atau sejenis geng motor nih?), WEB CAMB (ternyata yang ngetik ini orang @LaY) harap hubungi operator" Plis deeh, ini warnet Maaaan, tapi ah sudahlah. Kesalahan dalam menuliskan istilah dari bahasa asing memang cukup wajar di negeri tercinta ini. Tapi tetep wajar juga kan, kalo yang ngebaca tulisan semacam itu ketawa? :D

Kecewa Sama Nama

Suatu ketika, saya diminta oleh seorang senior di kantor untuk mengetik data tentang daftar nama perusahaan minuman beralkohol. Data yang diinput termasuk nama perusahaan, alamat, nama penanggung jawab, dan lain-lain. Nah, ironisnya, dari sekian ratus perusahaan tadi, ada beberapa (gak ngitung detilnya) yang pemiliknya tuh memiliki nama yang Islami banget. Nama-nama semacam Muhammad, Jainuddin, Ridwan dan bahkan ada beberapa yang punya embel-embel 'H' di depan namanya. Entah haji, atau nama depannya memang diawali huruf 'H'. Sedikit menohok, kalau memang pemilik nama-nama Islami tadi benar-benar Islam (tidak ada identitas agama mereka dalam data yang saya ketik). Di mana kita tahu, bahwa minuman beralkohol (penekanan bukan pada 'alkoholnya', melainkan pada sifat minuman tersebut), adalah minuman yang memabukkan. Dan segala yang memabukkan (menurut salah seorang penceramah, yang menimbulkan sifat 'hilangnya kesadaran'-saya gak inget istilahnya) itu termas

Simplicity; Cheap, Easy, And Tetep Happy

Bagi sebagian orang, makan malam sederhana asalkan bersama keluarga sudah memberikan cukup kebahagiaan, sebagian lainnya baru bisa bahagia dengan gala dinner di bawah sinar bulan berharga jutaan, dengan wine dan live accoustic Bagi sebagian orang, berjalan-jalan di sekitar kampung sambil menuntun si buah hati sudah cukup menyenangkan, sebagian lainnya, kalau jalan-jalan harus ke luar negeri meski untuk urusan bahasa masih belum mengerti Bagi sebagian orang, nongkrong di teras rumah teman ditambah gitar, kopi dan kacang sudah cukup untuk melepas penat, sebagian lainnya memilih gemerlap lampu disco, menari bersemangat sampai badan berkeringat Sebagian orang bisa tetap ceria di dalam gerbong kereta ekonomi lima puluh ribuan, sebagian lainnya alergi kalau tidak naik pesawat kelas satu Bagi sebagian orang, kesenangan dan kebahagian terbalut dalam kemewahan dan kemegahan. Sementara bagi orang yang tidak memiliki segala keglamoran dunia, biasanya akan lebih teliti dalam meli

Republik Tawur

Gambar
Ibukota republik, malam akhir pekan. Sekelompok pemuda gagah-gagahan di jalan raya. Blokir sana blokir sini, menyulap jalan umum jadi sirkuit balap. Bandar berkoar, ayo siapa juaranya, kumpulkan duit panas dari para penonton. Warga sudah tak bisa terima, akses jalan raya diblokir seenaknya. Warga panggil polisi, tentara, dan segala kekuatan yang ada. Balap liar digerebek, pembalap liar lari kocar-kacir. Cari pertolongan ke para preman sewaan bandar. Bentrok masa tak terhindarkan, darah berceceran tak terelakkan. Bergeser ke luar pulau. Mahasiswa tuntut dekan mundur. Kebijakannya bikin kehidupan kampus makin tak teratur. Dekan sembunyi di kolong meja, menelepon satpol PP juga tim Gegana. Minta dievakuasi dengan mobil lapis baja. Mahasiswa sudah tak sabar, provokator bicara emosi makin terbakar. Ban bekas jadi sasaran, lalu meja kursi dari kantin, lalu gedung kelas dibakar. Biar sekalian tak ada kuliah sampai semester depan. Terminal kota besar. Banyak pendatang mengadu nasib di kota

Sombong Atau PeDe?

Tadi pas onlen (emang sekarang kagak onlen apa?) sekilas saya melihat tulisan seseorang, entah di fb atau apaan, pokoknya dia membandingkan sifat sombong dan apa gitu, minder atau apa lupa, pokoknya dia melihat bahwa ada sisi positif dari sombong, yakni mengetahui dan yakin dengan kemampuan diri. Nah lo, ini nih, salah konsep (menurut saya). Mana ada baik-baiknya tuh sifat sombong. Lagian, sombong dan PD itu beda jauh.... Let's check this out. Definisi sombong : menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah Nah, lihat, berlebihan. Bukankah segala yang berlebihan itu tidak baik? Kalau nggak percaya, tengoklah kaum alay; apakah terlihat baik? (asumsi saya, Anda bilang tidak) Percaya, definisinya : yakin benar atau mem asti kan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya dsb). Maka percaya diri adalah yakin akan kemampuan dirinya (bahwa akan dapat melakukan sesuatu, mewujudkan sesuatu). Atau menurut definisi W.H.Miskell : Percaya

Meine Doppelgänger; Is It Real?

Gambar
I just want to post something different. Beberapa postingan terakhir cenderung renungan atau agamis mulu, dan kali ini saya lagi capek merengung. Kebetulan keinget tentang hal ini, jadi tak posting aja. Doppelgänger , atau dopplegaenger , adalah sebuah fenomena misterius, penampakan yang berwujud sesosok orang yang masih hidup, entah dilihat oleh kerabat (kalau dilihat oleh orang yang tidak dikenal, tentu dia tidak tahu siapa itu, bodo amat mau kembaran, hantu atau apa) atau orang itu sendiri (yang belakangan, katanya merupakan pertanda dia akan meninggal). Mungkin beberapa dari kita pernah mengalaminya, namun hal ini nampaknya tidak pernah terlalu dipikirkan oleh yang mengalaminya. Jujur saja, budaya kita (kebanyakan orang Indonesia) lah yang membuat hal ini terkesan remeh. Kebanyakan dari kita cenderung mempercayai & dan meyakini hal-hal ghaib, maka fenomena ini dianggap tidak aneh. Tidak lebih aneh dari penampakan jin atau sebangsanya, yang mengambil rupa seseorang yang masih hi

Jika Hidup Adalah Perjalanan, Maka . . .

Surga pastilah merupakan tujuan akhiryang diimpikan semua orang. Kenapa? Karena semua orang pasti menginginkan kebahagiaan yang abadi. Kematian adalah gerbang ke sana, karena tak ada orang yang masih hidup di dunia yang bisa masuk ke surga. Karena itu, dunia adalah kegelapan yang menyelimuti kita, menghambat kita dari surga. Iman adalah kompasnya, yang mengarahkan kita ke arah itu. Agama adalah sebenar-benarnya peta menuju kesana, yang menunjukkan berbagai jalan ke sana. Sementara jalan yang ditunjukkan oleh peta tersebut adalah berbagai amal kebaikan dan ibadah. Ilmu dan pengetahuan adalah penerang jalannya, karena melakukan amalan tanpa ilmunya akan membuat kita terperosok, sama dengan melewati sebuah jalan yang diliputi kegelapan tanpa membawa penerang. Keluarga dan sahabat adalah orang-orang yang kita inginkan untuk tiba di sana bersama kita, kebersamaan yang bahkan lebih baik daripada kebersamaan kita saat di dunia. Sementara guru, mentor, dosen atau ustadz kita adalah yang mem

Pro-Kontra Kenaikan BBM

Beberapa hari ini media santer memberitakan demo di berbagai wilayah Indonesia terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Bagaimana menurut Anda? Kalo saya sih cuma ngomentarin, mencoba bersikap netral, menengahi dan tidak terbawa propaganda pemerintah maupun emosi pendemo, mencoba menganalisa berdasarkan pemahaman dan pendapat saya sendiri. - Kata pemerintah (termasuk dalam iklan 'propaganda' Kementrian ESDM, yang 'mengapa harga BBM harus naik') ini demi menyelamatkan keuangan negara. Kata (teriak) pendemo, kebijakan ini tidak berpihak kepada rakyat, karena secara tidak langsung, harga barang-barang akan naik karena semua tergantung pada berbagai moda transportasi (jelas butuh BBM) untuk pendistribusiannya. Transportasi makin mahal=harga barang mahal=dibebankan kepada pembeli (rakyat). Kata saya, baik pemerintah maupun para pendemo maupun rakyat yang nggak ikut demo, harus lebih pinter ngatur anggaran; biar anggaran pemerintah nggak kecolongan untuk pos-pos y