Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Seandainya Saya Jahat . . .

PERINGATAN : Posting ini bersifat mengingatkan, bukan memotivasi atau menginspirasi Anda untuk berbuat buruk. Saya udah bilang lho ya...

Jadi ceritanya sore tadi, secara berturut-turut, saya melihat sebuah (sebenarnya dua buah) contoh keteledoran yang bisa jadi berakibat fatal. Yang pertama, pas asharan di masjid, saya sholat di teras. Nah, pas itu ada sebuah HP (gak tau merek apa tadi, kayaknya samsung, touchscreen) yang lagi di-charge di teras masjid. Egak tau siapa empunya, yang jelas ada beberapa jama'ah (kayaknya anak-anak taruna atau secaba atau sebangsanya lah, militer-militer gitu pokoknya) yang ngobrol-ngobrol di dalam masjid. Pas habis sholat, tuh hape geter-geter, ada SMS kayaknya. Layarnya yang tadi item kagak nyala, eh jadi aktif lagi, nongol deh wallpapernya, cowok militer gitu. Nah, kayaknya sih emang yang punya HP ya jama'ah yang didalem masjid tadi. Yaudah saya bilangin, kalo tuh HP dibawa aja, daripada di-charge di luar, yang punya di dalem, kalo ada yang ambi…

Saat Khotbah Jumat Siang Tadi, Sempat Ketiduran -_-

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Sedikit menyesal karena semalam tidur kemalaman, jadi tak fokus mendengarkan khotbah. Yang sempet saya tangkep (dan masih keinget) :

- perbanyak mengingat dosa, lupakan perbuatan baik yang telah dilakukan, banyak-banyak melihat orang yang ibadahnya lebih baik daripada kita, dan banyak-banyak melihat ke bawah (orang-orang yang lebih 'kekurangan' daripada kita) dalam hal duniawi

- jangan terlalu banyak angan-angan, karena banyak angan akan membuat kita semakin lalai dari akhirat dan semakin mencintai dunia

Daaaaan, sebenarnya masih banyak lagi yang disampaikan dalam khotbah tadi, dan imamnya juga semangat banget, tapi saya terlanjur ngantuk dan agak nggak fokus ngedengerin, jadi gak fokus juga inget-ingetnya.
Jadi hikmahnya, jangan sering-sering begadang ya. Nanti jadi gampang kehilangan konsentrasi di saat-saatpenting. Seperti kata Bung Rhoma, "begadang jangan begadang, kalau tiada artinya.... "
Hahahaha
Udah ah, ngaco jadinya
T…

Sempurna Itu Mustahil, Tapi Menjadi Lebih Baik Itu Harus

Nobody's perfect. Pasti sering mendengar kata-kata itu kan?
Tentu saja, nggak ada manusia yang sempurna, kecuali para Nabi Allah yang senantiasa terjaga dari kesalahan. Tapi dalam konteks manusia jaman sekarang, tentu udah nggak ada kan?

Yah, namanya juga manusia, tempatnya salah dan lupa, mungkin sebagian mikir begitu. Tapi itu nggak berarti kalo salah, dibiarin, kalo lupa, dibiarin. Kalo gitu mah, kapan benernya dong.
Emang sih, nggak mungkin kita jadi sempurna, terbebas dari salah lupa dan dosa, tapi bukankah kita tetep harus berusaha menjadi lebih baik. Ya kan? Meminimalisir kesalahan dan kealpaan kita, agar jadi sebaik-baiknya manusia, semaksimal mungkin sesuai usaha kita. Be the BEST of yourself, nggak cuma be yourself aja. Kalau cuma be yourself, jadi dirimu sendiri, apa beneran yakin udah puas dengan dirimu sekarang? Kebanyakan mungkin bilang belum puas, karena masih banyak kekurangan dan kesalahan di sana-sini. Jadi haus diperbaiki, ya kan? Kalau yang ngejawab udah puas deng…

Bola Tenis Versus Tembok

70 orang mahasiswa memenuhi ruangan auditorium yang dipakai untuk kuliah siang itu. Bukan auditorium megah macam yang ada di gedung DPR tapi merupakan salah satu ruangan paling representatif di kampus tersebut. Sebagian mahasiswa tertidur, sebagian lagi mengobrol serius, sebagian lagi saling mengolok-olok dan bercanda, sebagian lagi sibuk dengan ponselnya. Sesaat kemudian, seorang dosen berwajah ceria yang sedari tadi ditunggu melangkah memasuki ruangan. Mahasiswa merapikan duduknya dan memberi salam, dan dosen pun siap mengajar.
Alih-alih mengeluarkan laptop bermerk yang berisi bahan ajar, dosen tersebut mengeluarkan dua buah bola tenis. Para mahasiswa heran, karena tidak ada mata kuliah olahraga dalam jadwal mereka, dan dosen tersebut hanya membawa dua buah bola, tanpa net, raket dan lapangan tenisnya. Kemudian sang dosen memanggil dua sukarelawan untuk maju. Dua mahasiswa maju, yang satu bertubuh tambun dan berwajah lucu, yang satu berbadan tinggi besar berambut jabrik. Sorak sorai …

It's Easy, Isn't it?

Hai Pembaca. Apa kabar? Ini posting perdana saya di bulan Januari ini, yang kata orang Jawa artinya hujan sehari-hari. Tapi sekarang saya gak lagi ngebahas hujan. Saya mau cerita tentang kebiasaan baru saya di awal-awal tahun ini, yakni mengirim SMS motivasi atau tausiyah kepada teman-teman saya. Ya, itung-itung melaksanakan dakwah via SMS. Memanfaatkan bonusan SMS gratis yang jumlahnya gak rasional dari operator yang baik hati meski sering pending, daripada bonusan gak kepake ya mending dipake untuk menebar kata-kata yang mungkin bisa menebar inspirasi, selain silaturahim lah sama temen-temen yang jarang ketemu.

Tadi pagi yang saya kirim adalah kata-kata berikut :
"Hidup ini menjadi lebih indah jika disikapi degan bijak, dijalani dengan ikhlas, dibingkai dengan sabar, disimpul dengan kebaikan, iman dan ikhlas".
Kata-kata yang bagus kan? Sebenarnya bukn kata-kata saya, melainkan SMS dari seorang teman yang saya forward massal ke temen-temen lain.

Dari beberapa balasan, ada dua y…