Postingan

Lomba Naskah Film Pendek; Behind The Storyboard of Jagur

Gambar
Jadi ceritanya, 21 Juli tahun lalu, di salah satu WAG ada informasi tentang lomba. Sebenernya dari kemarinnya sudah ada info, cuma penulis belum menggubris. Saat itu (tanggal 21 alias h-3 deadline lomba) kayaknya mata lagi siwer, jadi ngiranya lomba film pendek. Pas tanggal 22 alias h-2 baru ngeh kalo lombanya cuma naskah film pendek. Nanya lah sama kawan yang membagikan info tersebut, dan singkatnya penulis submit karya tanggal 23, tepatnya ba'da maghrib baru penulis kelar kirim surel ke panitia lomba.

Fast forward ke hari-h pengumuman, alhamdulillah dikabari kalau naskah penulis menang, juara 1 dari 39 naskah yang masuk. 



Tanggal 6 Agustus penyerahan hadiah dari Pak Dirjen. Alhamdulillah dapet laptop Dell Inspiro 14 3000. Lucunya, beberapa waktu sebelumnya, istri sempet nyeletuk "yaudah ikut aja kalo ada lomba-lomba, siapa tahu dapet laptop", mengetahui laptop penulis yang udah dipake sejak 2013 sudah mulai rewel. Dan pas lomba itu, penulis cuma nanya ketentuan, ngga nan…

Siapkah?

Hai jasad, siapkah kau tidur berkalang tanah?
Sendiri tanpa keluarga Sunyi tanpa suara Gelap tanpa cahaya
Hai jasad, siapkah kau dicerna? Oleh cacing dan serangga Tak bisa melawan, tanpa daya Hingga ludes tanpa sisa
Hai jasad, siapkah kau membusuk? Paras terindah pun kelak kan nampak buruk Tak seorangpun kan sudi memeluk Kala wujudmu t'lah lapuk
Oh jiwa, janganlah terlena
Kita kan selalu bersama, bahkan setelah akhir dunia
Oh jiwa, janganlah takabur
Kelak kau yang akan menjawab pertanyaan di alam kubur
Oh jiwa, janganlah kau terlupa
Nanti dihisablah segala yang kita lakukan bersama di dunia

Belajar Jadi Dosen

Kalau beberapa tahun lalu penulis belajar jadi pengajar melalui bimbel, kali ini penulis berkesempatan belajar mengajar mahasiswa beneran.
Jadi ceritanya, beberapa bulan lalu Politeknik Keuangan Negara STAN yang notabene adalah almamater penulis membuka lowongan menjadi dosen tidak tetap untuk mengajar pada mata kuliah Pengawasan Laut Kepabeanan dan Cukai. Long story short, penulis ikutan daftar dan diterima. Maka selama 7x pertemuan, lalu UTS, lanjut 7x pertemuan lagi, penulis mengampu 2 kelas mahasiswa PKN STAN Prodi Kepabeanan dan Cukai semester VI sebagai dosen tidak tetap.
Tentu beda sensasi ngajar bimbel dan kampus. Apalagi di tengah pandemi yang mengharuskan kegiatan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh (PJJ) dengan berbagai fasilitas daring. Seseru apa sih jadi dosen (tidak tetap) di PKN STAN?
Yuk disimak: 1. MerintisBersama 5 pejabat/pegawai lain, penulis menjadi tim pengajar makul tersebut. Mulai dari menyiapkan Rencana Pengajaran Semester, materi untuk 14 pertemuan hingga s…

COVID-19: WFH Mengajarkan . . .

Kali ini mau menulis tentang salah satu dampak pandemik lagi. Bukan bahas bagaimana siapnya pemerintah menangani pandemic ini soalnya kan di rezim ini haram hukumnya mengkritik ya, apalagi ASN. Bukan pula menulis tentang dampak ekonomi, awak bukan ahlinya (coba tengok ini saja, tulisan dari seorang senior di kantor). Bukan pula menulis tentang duet maut antara rendahnya literasi warga +62 yang berkombinasi dengan maraknya informasi tak bertanggungjawab terkait pandemic (tengok aja tulisan seorang kawan di sini, lebih paten bahasa dan bahasannya). Tapi mau bahasWFH (work from home) atau bekerja dari rumah. Demi meminimalisir pergerakan manusia yang berpotensi menjadi pembawa virus, maka banyak pihak menerapkan WFH bagi pekerja mereka, tak terkecuali di instansi penulis. Dan bagi penulis, WFH ini rupanya mengajarkan beberapa hal pada kita. misalnya:
1. banyak momen keluarga yang tak dirasakan ketika kita WFO. Misal, memandikan anak pagi-pagi, menggantikan baju mereka, menyiapkan makan …

COVID-19; Mengekspos (Sebagian) Sisi Gelap (Sebagian) Manusia?

Gambar
Sejak presiden kita mengumumkan adanya WNI yang positif menderita COVID-19, media di Indonesia makin marak memberitakan tentang COVID-19. To be fair, sejak beberapa bulan terakhir banyak negara telah mewaspadai dan banyak media di seluruh dunia memberitakan tentang penyakit ini; warga +62 yang aja kebanyakan bikin meme dan terlanjur menyepelekan. Kali ini penulis mencoba bahas fenomena ini dari sudut pandang berbeda. Bukan dari jumlah penderita tercatat ataupun korban jiwa, bukan pula dari sisi medis dan manajemen risikonya seperti yang dilakukan seorang kawan se-SMP penulis. Tapi dari sisi humanisme. 
Penulis rasa, penyakit ini membuat sebagian manusia menampilkan sisi, well, inhuman mereka. Ada beberapa contoh.
Satu. Ketika masker menjadi barang yang amat dicari, sekejap stok menjadi langka. Sebagian orang menimbun dan menjualnya krmbali dengan harga tak wajar. Mekanisme pasar berlaku, kata mereka. Permintaan meninggi dan penawaran terbatas, maka harga pun melambung tinggi sebagaima…

Kacang tuh Gurih, Tapi Dikacangin tuh Pedih

Gambar
"Kacang tuh gurih, tapi dikacangin tuh pedih".
Itulah sepenggal kalimat yang disampaikan Ustadz Bendri Jaisyurrahman pada Ta'lim Kamis Siang di Masjid Baitut Taqwa Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pada siang tadi. Apa pasal?
Rupanya yang dimaksud adalah, terkadang, salah satu bentuk hukuman Allah pada pelaku maksiat adalah dalam bentuk "dicuekin" alias "dikacangin" sama Allah.
Kok bisa sih? Bukannya Allah Maha Pengasih (Ar-Rahman), di mana kasih-Nya tak pilih-pilih, baik manusia yang taat maupun tidak, semua diberi (sebagian) kenikmatan duniawi?, mungkin demikian pikir sebagian pembaca.
Ya memang, sebagian nikmat tetap diberikan. Tapi nikmat iman nggak dikasih. Akibatnya? Hatinya santai aja meski bermaksiat. Ibadah pun berat rasanya. Kalo udah gitu, siapa yang rugi coba? Tahu-tahu di hari akhir, timbangan amalan kita berat di sisi keburukan dan ringan di sisi kebajikan. Duh, cilaka banget nggak sih?
Maka, mumpung masih ada sekitar 2 bul…

What a Pain in The Ass

Gambar
Jadi tadi pagi, ceritanya penulis lagi asik memeras dan menjemur cucian. Dalam satu gerakan, penulis mencoba berjongkok untuk mengambil jemuran di bak, tanpa sengaja sebuah benda di belakang penulis (yang keberadaannya tak penulis sadari) bertemu dengan kumpulan otot gluteus maximus penulis. Hasilnya? What a pain in the ass.



Langsung penulis merasa bersimpati pada 195+ pria korban Reynhard Sinaga.
Jadi teringat suatu materi tentang LGBT yang disampaikan oleh Dr Aisyah Dahlan pada acara talkshow hari ibu tahun 2018 lalu yang harusnya segera penulis post segera setelah artikel ini.

Oke, untuk melunasi hutangan postingan blog dulu, kali ini penulis akan membahas sub-materi yang dulu dibahas oleh Dr Aisyah Dahlan. Lagian momennya juga pas, lagi heboh Reynhard. Ini tema yang lebih serius gaes, jadi bersiaplah.

Dr Aisyah, berdasar pengalaman beliau, menyebutkan ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab seseorang menjadi gay alias maho.
Ada yang awalnya jadi korban, namun lama kelamaan menjadi …