Postingan

COVID-19; Mengekspos (Sebagian) Sisi Gelap (Sebagian) Manusia?

Gambar
Sejak presiden kita mengumumkan adanya WNI yang positif menderita COVID-19, media di Indonesia makin marak memberitakan tentang COVID-19. To be fair, sejak beberapa bulan terakhir banyak negara telah mewaspadai dan banyak media di seluruh dunia memberitakan tentang penyakit ini; warga +62 yang aja kebanyakan bikin meme dan terlanjur menyepelekan. Kali ini penulis mencoba bahas fenomena ini dari sudut pandang berbeda. Bukan dari jumlah penderita tercatat ataupun korban jiwa, bukan pula dari sisi medis dan manajemen risikonya seperti yang dilakukan seorang kawan se-SMP penulis. Tapi dari sisi humanisme. 
Penulis rasa, penyakit ini membuat sebagian manusia menampilkan sisi, well, inhuman mereka. Ada beberapa contoh.
Satu. Ketika masker menjadi barang yang amat dicari, sekejap stok menjadi langka. Sebagian orang menimbun dan menjualnya krmbali dengan harga tak wajar. Mekanisme pasar berlaku, kata mereka. Permintaan meninggi dan penawaran terbatas, maka harga pun melambung tinggi sebagaima…

Kacang tuh Gurih, Tapi Dikacangin tuh Pedih

Gambar
"Kacang tuh gurih, tapi dikacangin tuh pedih".
Itulah sepenggal kalimat yang disampaikan Ustadz Bendri Jaisyurrahman pada Ta'lim Kamis Siang di Masjid Baitut Taqwa Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pada siang tadi. Apa pasal?
Rupanya yang dimaksud adalah, terkadang, salah satu bentuk hukuman Allah pada pelaku maksiat adalah dalam bentuk "dicuekin" alias "dikacangin" sama Allah.
Kok bisa sih? Bukannya Allah Maha Pengasih (Ar-Rahman), di mana kasih-Nya tak pilih-pilih, baik manusia yang taat maupun tidak, semua diberi (sebagian) kenikmatan duniawi?, mungkin demikian pikir sebagian pembaca.
Ya memang, sebagian nikmat tetap diberikan. Tapi nikmat iman nggak dikasih. Akibatnya? Hatinya santai aja meski bermaksiat. Ibadah pun berat rasanya. Kalo udah gitu, siapa yang rugi coba? Tahu-tahu di hari akhir, timbangan amalan kita berat di sisi keburukan dan ringan di sisi kebajikan. Duh, cilaka banget nggak sih?
Maka, mumpung masih ada sekitar 2 bul…

What a Pain in The Ass

Gambar
Jadi tadi pagi, ceritanya penulis lagi asik memeras dan menjemur cucian. Dalam satu gerakan, penulis mencoba berjongkok untuk mengambil jemuran di bak, tanpa sengaja sebuah benda di belakang penulis (yang keberadaannya tak penulis sadari) bertemu dengan kumpulan otot gluteus maximus penulis. Hasilnya? What a pain in the ass.



Langsung penulis merasa bersimpati pada 195+ pria korban Reynhard Sinaga.
Jadi teringat suatu materi tentang LGBT yang disampaikan oleh Dr Aisyah Dahlan pada acara talkshow hari ibu tahun 2018 lalu yang harusnya segera penulis post segera setelah artikel ini.

Oke, untuk melunasi hutangan postingan blog dulu, kali ini penulis akan membahas sub-materi yang dulu dibahas oleh Dr Aisyah Dahlan. Lagian momennya juga pas, lagi heboh Reynhard. Ini tema yang lebih serius gaes, jadi bersiaplah.

Dr Aisyah, berdasar pengalaman beliau, menyebutkan ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab seseorang menjadi gay alias maho.
Ada yang awalnya jadi korban, namun lama kelamaan menjadi …

Indhannas 2030:Menuju Kemandirian Pertahanan Nasional

Gambar
Dalam novel karya Peter Warren Singer dan August Cole, Ghost Fleet, dikisahkan bahwa pada pada tahun 2030, Indonesia telah menjadi negara gagal. Meksipun novel techno-thriller tersebut mengandung unsur-unsur yang diambil dari teknologi dan kondisi geopolitik dunia nyata, bagaimanapun, Ghost Fleet adalah karya fiksi. Mari kita berimajinasi dengan nuansa yang lebih optimis. Pada tahun 2030, bagaimanakah kondisi industri pertahanan nasional? Mari berandai-andai. 

Pertama-tama, mari kita ingat konsep triple helixdalam pertahanan nasional, yaitu pemerintah, pendidikan, dan industri yang bersinergi untuk medukung pertahanan nasional.  Pemerintah diwakili Kementerian Pertahanan, TNI, Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Lemhanas, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta berbagai instansi lain yang memiliki keterkaitan dengan pertahanan, baiklangsung maupun tidak langsung. Fungsi utama pemerintah adalah mendukung industri pertahanan dengan membuat regulasi yang bertujuan untu…

Jalan Hijrah Tak Selalu Mudah

Ketika kita telah memilih hijrah, sadarilah bahwa tak selamanya jalan itu mudah

Terkadang ada rintangan yang membuat hati gelisah

Acapkali dikucilkan atau ditertawakan hingga muka memerah
Ada kalanya bertubi-tubi muncul masalah
Tak jarang pula ingin menjerit menumpahkan keluh kesah
Di suatu titik akan merasa lelah dan ingin berkata "sudah"
Hingga muncul godaan untuk menyerah
Namun yakinlah, Allah tak kan biarkan hambanya menanggung susah
Karena kadar ujian pasti telah diukur tanpa salah
Meski kadang kita merasa lemah
Meski kadang kita terjatuh dan berdarah
Namun bangkitlah dan terus melangkah
Karena berhijrah, insyaAllah kan berakhir indah


*terilhami kisah seorang rekan yang melangkah menuju kebaikan, meski terjatuh namun ia tak menyerah dan terus berusaha


Wujudkan Cita-Cita Sisdiknas Demi Keunggulan SDM dan Produktivitas Nasional

Gambar
Indonesia dengan penduduk sebanyak 271 juta jiwa, diperkirakan akan mengalami puncak bonus demografi pada periode 2020-2030.Bonus demografi merupakan kondisi di mana jumlah penduduk berusia produktif (15-65 tahun) lebih banyak daripada penduduk berusia non-produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun). Secara teoretis hal ini dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Namun jika tidak dipersiapkan dengan baik, hal ini justru berpotensi menimbulkan kelebihan tenaga kerja dibanding lapangan kerja yang ada. Hal ini pada gilirannya  dapat menyebabkan pengangguran yang berakibat pada meningkatnya kemiskinan.
Fenomena ini menuntut kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berusia produktif yang andal agar dapat berkontribusi positif kepada pertumbuhan ekonomi alih-alih menjadi beban negara. Persiapan menghadapi bonus demografi telah disinggung dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2015-2019. RPJMN 2015-2019 memaparkan 6 bidang pembangunan dan 23 kebijakan ya…